Sejarah Seni Lukis Melahirkan Aliran dalam Lukisan (Materi Kls IX)

Sumber: www.AnneAhira.com

Sejarah seni lukis di Indonesia maupun di negara lain sudah ada sejak zaman prasejarah dengan ditemukannya lukisan-lukisan di dinding-dinding gua. Sejak berakhirnya zaman prasejarah dan semakin berkembangnya kebudayaan manusia, maka turut berkembang pula seni lukis dengan munculnya beragam jenis dan aliran lukisan. Aliran-aliran dalam seni lukis yang kita kenal di antaranya sebagai berikut.

1.   Aliran Naturalisme

Adalah aliran yang melukiskan bentuk dan objek sewajarnya dengan memfokuskan pada persfektif garis, warna, serta anatominya. Pelukis yang terkenal dengan aliran ini adalah Leonardo da Vinci (Italia), Michaelangelo (Italia), Rembarndt (Belanda), Albrech Durer (Jerman), Rubens (Belanda) Gambiranom, dan masih banyak lagi.

2.   Aliran Realisme

Aliran realisme merupakan perkembangan dari aliran naturalisme, yang muncul kira-kira pada abad ke-17. Lukisan realisme melukiskan keadaan sewajarnya dengan jelas dan kadang objek yang dilukiskan sifatnya dipertajam. Bentuk-bentuk yang dilukiskan sifatnya naturalis. Pelukis dengan aliran naturalis di antaranya Gustave Coubert (Prancis) dan George Hendrik Breitner (Belanda).

3.   Aliran Impresionisme

Aliran ini lahir pada abad ke-18 di Prancis. Lukisan impresionisme merupakan hasil ungkapan-ungkapan senimannya dari apa yang ia hayati dan diamati.
Cara melukis dengan gaya impressionisme sudah lebih bebas dibandingkan dengan aliran realisme dan naturalisme. Pelukis dengan aliran ini di antaranya adalah Claude Monet (Prancis), Renoir (Prancis), Cezanne (Prancis), dan E de Gas (Prancis).

4.   Aliran Ekspresionisme

Aliran ini melukiskan objek atau pendapatnya mengenai sesuatu atau objek di mana cara memaknakan terlepas dari pengaruh kebetulan dan tidak terikat oleh hukum proporsi, seperti anatomi dan perspektif. Aliran yang muncul pada abad ke-20 ini melahirkan seniman-seniman seperti Paul Gauguin (Prancis), Henri Matisse (Prancis), Andre Derrain (Prancis), Maurice de Vlaminck (Prancis), Raoul Dufi (Prancis), Vincent van Gogh (Belanda).

Di Indonesia, pelukis yang terkenal dengan gaya ini adalah Affandi, yang awalnya melukis dengan gaya impresionisme, kemudian berganti menjadi ekspresionisme.

5.   Aliran Kubisme

Aliran kubisme adalah gaya lukis dengan melukiskan bentuk-bentuk dasar yang terdapat di alam hingga kemudian bentuk-bentuk tersebut diuraikan menjadi bentuk aslinya bola, kerucut, prisma dan bentuk lainnya. Seniman dengan aliran ini antara lain Pablo Picasso (Spanyol), Juan Gris (Spanyol), dan Geoge Braque (Prancis).

6.   Aliran Futurisme

Aliran ini timbul pada awal abad ke-20 di Italia dengan semboyan kedinamisan melawan aliran kubisme. Futurisme menggambarkan gerak dan khayalan di masa mendatang. Pelukis yang terkenal dengan aliran ini antara lain Umberto Bocciani (Italia), Giaccomo Balla (Italia), dan Severini (Italia).

7.   Aliran Surealisme

Aliran yang muncul pada abad ke-20 ini mengandung objek lukisan yang diangan-angankan dengan mengasingkan penilaian pikiran. Pelukis dengan aliran ini adalah Salvador Redon (Prancis), Joan Miro (Prancis), A. Msson (Prancis), dan masih banyak lagi.

8.   Aliran Dadaisme

Aliran dadaisme yang timbul di Jerman dengan maksud mengimbangi aliran kubisme dan ekspresionisme. Lukisan dengan gaya kekanak-kanakan/primitif. Pelukis dengan aliran ini antara lain Paul Klee (Jerman) dan Kurt Scwitters (Jerman).

About Suyono

Hanya seorang guru seni rupa dengan catatan kecilnya... Semoga bermanfaat...

2 comments

  1. andan kemas

    jadi terinspirasi Pak.,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: